Sabtu, 26 September 2020 - 05:59 WIB

Dinilai Berkelakuan Baik, 20 WBP Lapas Yogyakarta Menerima Remisi Khusus Natal

Sejumlah 20 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Menerima remisi Khusus Natal tahun 2018 pada perayaan Natal di Gereja Hati Kudus Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta, Selasa (25/12).

Remisi atau pengurangan hukuman tersebut secara simbolis diserahkan langsung oleh Krismono, Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan didampingi Satriyo Waluyo, Kepala Lapas Yogyakarta kepada perwakilan WBP di hadapan Keluarga WBP dan tamu undangan.

Perlu diketahui, saat ini jumlah WBP di Lapas Yogyakarta per 25 Desember 2018 sebanyak 354 orang. Dari jumlah tersebut 24 orang beragama Nasrani. Namun hanya 20 orang WBP yang memenuhi syarat untuk diusulkan menerima remisi khusus ini.

Adapun rincian jumlah pengurangan hukuman yang diberikan sebagai berikut, remisi 15 hari ada 3 orang, remisi 1 bulan ada 13 orang, dan yang memperoleh remisi 1 bulan 15 hari ada 4 orang, total keseluruhan 20 orang.

“Ada 4 warga binaan kami yang tidak memenuhi persyaratan mendapatkan remisi, 1 karena masuk Register F, 1 masih berstatus tahanan, dan ada 2 orang WBP kasus Tipikor (red:Tindak Pidana Korupsi) yang belum membayar denda atau Uang Pengganti”, terang Satriyo.

Sebagai tambahan informasi, Register F adalah buku daftar pelanggaran tata tertib pada lapas. Seorang WBP apabila masuk dalam buku tersebut maka dapat dipastikan tidak mendapatkan remisi pada tahun berjalan.

Dasar pemberian remisi khusus ini adalah Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: PAS-895.PK.01.01.02 Tahun 2018 Tentang Pemberian Remisi Khusus Natal Tahun 2018.

“Harapan kami semua WBP bisa berkelakuan baik, dan seluruh Lembaga Pemasyarakatan maupun Rumah Tahanan di Yogyakarta dalam keadaan kondusif, aman, terkendali”, kata Krismono saat ditanya awak media mengenai harapannya setelah pemberian remisi khusus. [HT]

Filed in: Kabar Penjara Desember 2018

No comments yet.

Leave a Reply