Didukung Wamenkumham RI, Assesment Center Wujud Kontribusi Lapas Yogyakarta bagi Pemasyarakatan

 Didukung Wamenkumham RI, Assesment Center Wujud Kontribusi Lapas Yogyakarta bagi Pemasyarakatan

Kalapas Soleh (kedua dari kiri) tengah menjelaskan sistem Assesment Center Lapas Yogyakarta. | Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham), Edward Omar Sharief Hiariej, mengapresiasi Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, atas berdirinya Ruang dan Sistem Assesment Center, serta kreatifitasnya dalam menciptakan kondisi Lapas yang ideal. Apresiasi ini disampaikan langsung dalam kunjunganya di Lapas tersebut pada Jumat (18/02).

“Lapas Wirogunan masih Ideal Capacity, dan ini kreatifitas yang luar biasa dari Kalapas. Sehingga bisa menciptakan kondisi yang ideal bagi sebuah lapas. Selain kebersihan, ketertiban, dan kenyaman juga pembinaan terhadap warga binaan dapat lebih fokus dan berlangsung secara intensif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Eddy, sapaan akrab Wamenkumham, juga memberi perhatian khusus atas berdirinya Assesment Center Lapas Yogyakarta, sebagai sebuah inovasi untuk Pemasyarakatan dalam pembangunan Zona Integritas di Lapas tersebut.

“Assesment Center tentunya dalam rangka pembinaan bagi WBP. Jadi ada semacam record mereka, apa yang mereka lakukan di Lapas selama dalam proses pembinaan dan diharap bisa menyalurkan apa yang mereka peroleh di Lapas. Disisi lain, Warga Binaan tentunya mempunyai hak. Dengan adanya Assesment Center mempermudah bapak ibu yang bekerja di Lapas untuk melihat apakah ini berhak mendapat remisi dan lain sebagainya, itulah salah satu fungsi Assesment Center,” jelas Guru Besar Fakultas Hukum UGM itu kepada wartawan.

Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham), Edward Omar Sharief Hiariej tengah menyimak penjelasan terkait Assesment Center, Inovasi Zona Integritas Lapas Yogyakarta. | Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta

Selain itu, Eddy berharap ketika para WBP selesai menjalani proses pembinaan, serta telah mengikuti proses Assessment diharapkan ketika kembali ke masyarakat dapat menyalurkan apa yang didapat selama di Lapas. Sehingga Assesment ini menjadi inovasi yang berkemajuan bagi Pemasyarakatan.

Senada, Kalapas Soleh saat mendampingi Eddy menambahkan, pihaknya membangun Assesment Center tersebut untuk menjalankan Permenkumham Nomor 7 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat.

“Assesment ini menjawab dari peraturan yang ada. Salah satu syarat dari pemberian remisi dan integrasi seperti CB,PB dan CMB adalah adanya SPPN. Yakni standar penilaian perubahan perilaku napi,” jelasnya.

Logo Assesment Center Lapas Kelas IIA Yogyakarta. | Foto: Sidiq/ Humas Lapas Yogyakarta

Dalam kunjungan ini Wamenkumham juga menilik proses pemugaran bangunan Lapas Kelas IIA Yogyakarta. Pemugaran dilakukan dengan tetap mempertahankan bentuk bangunan asli pada zaman penjajahan. Fasad Lapas dengan gaya indies ini, saat ini dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sejarah Pemasyaakatan bagi masyarakat. [TPH]

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.