Darma Wanita Lapas Yogyakarta Berbagi Ilmu Kuliner kepada WBP

 Darma Wanita Lapas Yogyakarta Berbagi Ilmu Kuliner kepada WBP

Para WBP antusias mengikuti rangkaian acara pelatihan kuliner. | Foto: Jati/ Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Darma Wanita Persatuan (DWP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas ll A Yogyakarta, diwakili seorang anggota seniornya, Sylviandari, membagikan ilmu kuliner kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Selasa (15/02) lalu. Kali ini, Sylvi, sapaan akrabnya, membagikan resep pembuatan bakso daging sapi.

“Resep bakso ini saya pilih, karena bakso merupakan makanan yang sangat populer di Indonesia. Bakso enak disantap di segala cuaca, panas maupun hujan,” paparnya.

Perempuan yang pernah memiliki warung bakso itu, mengungkapkan bahwa bakso juga sangat mudah dibuat. Disamping itu bakso juga banyak variasinya, baik dari segi bahan daging, bentuk penyajian, maupun sistem penjualannya.

“Daging sapi, ayam, bebek maupun ikan dan lain-lain, bisa dibuat bakso. Bentuk bakso bisa bulat, kecil atau besar, dibuat kotak atau bahkan bentuk yang ekstrim seperti bentuk hati atau tumpeng, semua sudah ada di pasaran,” lanjutnya.

Kepada para WBP, perempuan yang juga ketua kelompok pembuat snack ‘Tamansari Grup’ ini juga mengungkapkan bahwa bakso bisa disajikan tanpa menggunakan vetsin atau MSG. Ia mengatakan ada banyak pengganti vetsin, contohnya ekstrak jamur yang aman dikonsumsi oleh orang yang sensitif terhadap vetsin. Ia juga berpesan agar tidak pesimis menjadikan bakso sebagai pilihan usaha, sekeluarnya mereka dari Lapas. Yang terpenting adalah bahwa kita berusaha menyajikan bakso seenak mungkin, sehingga para konsumen senang. Bahkan,

“Kalau konsumen merasakan bakso buatan kita itu cocok di lidah mereka, pasti mereka akan kembalike warung bakso kita,” pesannya.

Selain menyemangati para WBP, istri dari Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Jati Suryono itu menyampaikan bahwa membuat bakso sekarang ini sangat mudah. Sebab di setiap pasar besar pasti ada jasa penggilingan bakso. Bahkan banyak pedagang yang menjual bumbu dan kelengkapan bakso di pagi hari, di pasar katanya.

Sylviandari saat membagikan ilmu kulinernya kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).| Foto: Jati/ Humas Lapas Yogyakarta

Pelatihan pembuatan bakso diakhiri dengan makan bakso bareng antara para WBP dan petugas seksi Kegiatan Kerja Lapas. Mereka berkomentar bahwa bakso yang mereka buat bersama-sama itu enak rasanya.

“Tidak kalah enak dengan bakso yang dijual di warung bakso,” kata salah satu WBP.

Sylvi berjanji, apabila ada waktu luang dan rejeki lebih, akan kembali membagikan resep makanan yang lain.

“Mudah-mudahan bulan depan saya bisa membagikan resep bakmi jawa,” tutupnya. Ia nampak merasa senang bisa berbagi ilmunya dan melihat keriangan para WBP. [JS]

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.