Cerita Assessment Center Lapas Yogyakarta Mendapat Pujian dari Wamenkumham RI

 Cerita Assessment Center Lapas Yogyakarta Mendapat Pujian dari Wamenkumham RI

Di Rumah Assessment Center, WBP tengah menerima layanan integrasi. | Foto: Dok.Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Assessment Center Narapidana Lapas Kelas IIA Yogyakarta adalah inovasi dalam pembangunan Zona Integritas yang memudahkan petugas dalam menjalankan fungsinya yakni pembinaan dan perekaman perkembangan perilaku Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau narapidana secara akuntabel, profesional, dan transparan.

Hal itu diutarakan Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, disela-sela aktivitasnya memantau pengusulan remisi khusus Hari Raya Idul Fitri 2022.

Seorang WBP tengah menggunakan Kartu Pembinaan Assessment Center saat akan melaksanakan pembinaan kepribadian di Masjid Lapas Yogyakarta.| Foto: Dok. Humad Lapas Yogakarta

Lebih lanjut, Kepala sekaligus penggagas inovasi itu, menerangkan bahwa Assesment Center bertujuan melaksanakan penilaian terhadap narapidana berdasar Standar Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN) dan juga dalam assessment pembinaan dan penempatan

“Ada Rumah Assessment Center, ada Aplikasi Assessment Center, jadi ini berbasis teknologi informasi, bertujuan melaksanakan penilaian terhadap narapidana berdasarkan pedoman penilaian sesuai SPPN dan juga assessment terhadap penempatan sesuai risiko dan penempatan pembinaan sesuai semangat revitalisasi pemasyarakatan,”terangnya.

Selain tengah dijalankan untuk pengusulan Remisi Khusus Idul Fitri 2022, Inovasi teranyar Lapas Yogyakarta ini, juga mendapat perhatian khusus dari Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham), Edward Omar Sharief Hiariej, pada kunjungan kerjanya Februari lalu.

“Lapas Wirogunan masih Ideal Capacity, dan ini kreatifitas yang luar biasa dari Kalapas. Assesment Center tentunya dalam rangka pembinaan bagi WBP. Jadi ada semacam record mereka, apa yang mereka lakukan di Lapas selama dalam proses pembinaan dan diharap bisa menyalurkan apa yang mereka peroleh di Lapas. Di sisi lain, Warga Binaan tentunya mempunyai hak. Dengan adanya Assesment Center mempermudah bapak ibu yang bekerja di Lapas untuk melihat apakah ini berhak mendapat remisi dan lain sebagainya, itulah salah satu fungsi Assesment Center,” jelas Guru Besar Fakultas Hukum UGM itu kepada wartawan.

Kalapas Soleh (kedua dari kiri) tengah menjelaskan sistem Assesment Center Lapas Yogyakarta. | Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta

Selain itu, Eddy, sapaan akrab Wamenkumham, berharap ketika para WBP selesai menjalani proses Assessment dan pembinaan diharapkan ketika kembali ke masyarakat dapat menyalurkan apa yang didapat selama di Lapas. Sehingga Assesment ini menjadi inovasi yang berkemajuan bagi Pemasyarakatan pungkasnya. [HT]

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.