Kamis, 1 Oktober 2020 - 02:09 WIB

Buka Puasa Bersama Pegawai Pemasyarakatan, Ustadz M Khudori: Sepuluh Menit untuk Lompatan Hijrah ke Arah Lebih Baik

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menampilkan kesenian hadroh di hadapan para tamu undangan pada acara buka bersama pegawai, Kamis (24/7) di Aula lapas Wirogunan yogyakarta.

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menampilkan kesenian hadroh di hadapan para tamu undangan pada acara buka bersama pegawai, Kamis (24/7) di Aula lapas Wirogunan yogyakarta.

Tidak seperti hari biasa di Aula Lapas Wirogunan telah tertata rapi kursi sofa di barisan terdepan pada Kamis sore (24/7). Buka puasa bersama para pegawai diselenggarakan di Lapas Wirogunan hari itu. Sebelum acara dibuka tim kesenian Hadroh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Wirogunan dan beberapa WBP lainnya tampil membawakan lagu rohani.

 Hadir pada acara tersebut Agus Toyib Kepala Devisi Pemasyarakatan, dan Tarsono, Kepala Devisi Administrasi serta para Kepala UPT di jaran Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta.

Zaenal Arifin, Kepala Lapas Wirogunan mengucapkan terimakasih atas kehadiran para pegawai dan tamu undangan. Acara kali ini dalam rangka mempererat tali silaturahmi di Bulan Ramadhan.

 Menjelang Mahgrib tauziah selama lebih kurang sepuluh menit disampaikan oleh Ustadz Mahrozi Khudori. Diawal penyampaian dipaparkan tentang jabatan sebagai respon sambutan dari Kepala Devisi Pemasyarakatan,

“Jabatan adalah amanah, untuk itu laksanakanlah kepercayaan tersebut dengan penuh tanggung jawab”.

 Ustadz juga menyampaikan beberapa Sunah Rasulullah ketika Nabi Muhammad berbicara dengan Abuzar,

“ Wahai Manusia, dunia ini adalah tempat yang terjal, untuk itu jangan teramat gembira akan kesenangan yang amat besar, dan jangan larut dalam kesedihan terhadap kesusahan yang dihadapi!”

“Perbaikilah perahumu (hatimu), karena lautan teramat dalam.”

“Persoalan dunia teramat banyak, satu selesai muncul yang lain.”

“Perjalananmu masih jauh, perjalananmu masih panjang.”

“Kurangi beban perahumu, dengan mengurangi hutang piutang dan mengurangi maksiat.”

“Bila kau beramal, bumbuilah dengan keiklasan!”

“Belajarlah iklas walau tidak rela!”

 

Diakhir tauziahnya Ustadz Khudori menyampaikan kalimat penutup,

“Saya berbicara sepuluh menit, dan berharap sepuluh menit ini dapat memberikan manfaat serta lompatan hijrah kearah postif bagi para hadirin semuanya.”

 Lambat laun terdengar adzan dan sirine tanda memasuki waktu maghrib, acara ditutup dengan berdoa dan buka bersama dipimpin Ustadz Mahrozi Khudori. (AK 25072014)

Filed in: Kabar Penjara Juli 2014

No comments yet.

Leave a Reply