Asdep Kemenpan RB Kagumi Fasilitas dan Pelayanan Lapas Wirogunan Yogyakarta

 Asdep Kemenpan RB Kagumi Fasilitas dan Pelayanan Lapas Wirogunan Yogyakarta

Kalapas tengah menjelaskan terkait inovasi unggulan Lapas Yogyakarta berupa Assesment Center.| Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta

YOGYAKARTA – Lapas Kelas IIA Yogyakarta menerima kunjungan kerja Asisten Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana (Asdep 3/II Debalaks), Politik, Hukum, Keamanan (Polhukam) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Istyadi Insani, pada Jumat (11/3).

Kunjungannya ke Lapas tertua di Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut dalam rangka mengevaluasi kelembagaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan khususnya Lembaga Pemasyarakatan agar memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan. Hal ini sehubungan dengan konsep usulan revitalisasi kelembagaan UPT Pemasyarakatan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham.

Kedatangan Istyadi disambut oleh Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo,
yang langsung membawanya ke selasar depan Lapas yang telah direvitalisasi menjadi ruang publik.

Kepadanya, Soleh menjelaskan bahwa bagian terdepan merupakan bangunan asli sejak berdirinya Lapas pada zaman kolonial Belanda. Sebagai informasi  bagi masyarakat, maka di atas pintu gerbang pun diberi tulisan ‘Gevangenis En Huis Van Bewaring’ yang merupakan nama Lapas pertama. Halaman muka juga telah disulap menjadi ruang publik sekaligus wahana edukasi yang dapat dijadikan studi bagi masyarakat, karena baik di sisi kiri maupun kanan dari pintu gerbang terdapat informasi tentang sejarah kepenjaraan di Indonesia, khususnya Lapas Kelas IIA Yogyakarta.

Asisten Deputi Kelembagaan
dan Tata Laksana (Asdep Debalaks), Politik, Hukum, Keamanan (Polhukam) dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Istyadi Insani, tengah menyampaikan testimoninya.| Foto: Ambar: Humas Lapas Yogyakarta

Setelah itu Soleh juga menunjukan sarana pelayanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) seperti klinik yang menjadi fasilitas layanan kesehatan. Istyadi juga diajak mengunjungi, wisma hunian WBP yang juga asli sejak zaman kolonial Belanda dan masih terawat baik serta bersih. Selain itu ke bengkel kerja sebagai sarana pembinaan kemandirian dengan kegiatan unggulannya Produksi Bakpia ‘Mbah Wiro 378’, dan tas kado.

Selanjutnya, Istyadi juga menyaksikan langsung kegiatan karawitan yang diikuti para WBP,  serta dua tempat ibadah berupa masjid dan gereja yang sarat kegiatan keagamaan.

Selesai memberikan ulasan bertajuk Revitalisasi Unit Pelayanan Teknis Lapas di Lingkungan Kemenkumham, Istyadi kepada awak media menyampaikan testimoninya.

“Setelah melihat, berkeliling, meninjau fasilitas, prosedur, mekanisme pelayanan, mekanisme pengaduan, dan berdialog dengan pimpinan serta WBP di Lapas Kelas IIA Yogyakarta, saya yakin dan insyaallah di bawah pimpinan Soleh Joko Sutopo di tahun 2022 ini dapat meraih WBK dari Tim Penilai Nasional,” kata dia. [AK]

Pada kunjungannya ke Lapas Yogyakarta, Istyadi (kanan) menerima kenang-kenangan berupa Buku Assessment Center dan Panduan Ibadah bagi Snatri WBP Madrasah Al-Fajar, keduanya terbitan Lapas Kelas IIA Yogyakarta.| Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta

Tim Humas Lapas Yogyakarta

https://lapaswirogunan.com

correctional officers

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.