Senin, 28 September 2020 - 05:18 WIB

Ada Pesta Demokrasi di Lapas Wirogunan

“Wln” Jadi Pemilih Pemula

Kota Yogyakarta menyelenggarakan pemilihan wali kota, bersamaan dengan beberapa propinsi dan kota Kabupaten di Indonesia pada hari Rabu (15/02/2017). Pesta demokrasi setiap lima tahun sekali ini juga menular ke Lapas Wirogunan dengan lebel Tempat Pemungutan Suara (TPS) 11. TPS ini berada di wilayah Kelurahan Gunung Ketur Kecamatan Pakualaman Kota Yogyakarta, digawangi 9 orang panitia, terdiri dari 7 orang dari Lapas Wirogunan, dan dua orang sebagai Linmas dari masyarakat.

Penyelenggaraan Pilkada di Lapas Wirogunan ditinjau langsung oleh Dewa Putu Gede Kepala Kanwil Kemenkumham DIY, yang menyatakan dihadapan para tuli tinta, “Sepanjang undang-undang membolehkan, maka narapidana diikutkan pilkada. Inikan pesta buat rakyat, dan narapidana juga rakyat. Jadi kita ajak untuk mengikuti pesta demokrasi.”

Sementara Suherman, Kepala Lapas Wirogunan menyatakan bahwa sebelum Pilkada Lapas Wirogunan telah melakukan sosialisasi bersama KPU, dan menghimbau kepada WBP untuk mengikuti pesta demokrasi dengan cara melengkapi syarat-syarat yang ditentukan.

TPS sebalas Lapas Wirogunan merupakan TPS khusus. Para pemilihnya sebagian besar adalah narapidana. Oleh sebab itu ketika mereka datang ke TPS dan sesudah mencoblos dilakukan pengawalan oleh petugas pengamanan Lapas Wirogunan.

“Wln” seorang narapidana wanita mempunyai kesan tersendiri. Sebagai pemilih pemula dia harus melakukannya di dalam Lapas. Sewaktu namanya dipanggil Ketua TPS, seketika saja dia menuju bilik suara. Spontan ada suara hamper bebrsamaan,”Kartunya!”

“Yang dicoblos apa!” sambung yang lain diiringi banyak tawa dari yang melihat kejadian ini, termasuk “Wln” sendiri.

Setelah pukul satu siang, Suhartadi, ketua TPS sebelas mengumumkan untuk menghitung suara. Hasilnya pasangan calon Walikota nomor urut dua Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi  unggul dengan memperoleh 35 suara, sedangkan rivalnya pasangan calon urut satu Imam Priyono dan Achmad Fadli memperoleh 26 suara. Sebanyak tujuh suara dinyatakan tidak syah.

Pesta demokrasi di Lapas Wirogunan Yogyakarta berjalan sukses, tertib, dan aman, walaupun sang pemilih harus dikawal.

Ambar Kusuma

Filed in: Kabar Penjara Februari 2017

No comments yet.

Leave a Reply