Rabu, 30 September 2020 - 06:25 WIB

Upacara HUT KORPRI di Lapas Yogya, Pemilukada 2015, Korpri Tetap Harus Netral

 Pengibaran Bendera Merah Putih pada Upacara HUT Korps Pegawai Repiblik Indonesia (KORPRI) Ke-44 di lapangan upacara Lapas Kelas IIA Yogyakarta pada Senin (30/11). [FOTO: Indras TC]

Pengibaran Bendera Merah Putih pada Upacara HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Ke-44 di lapangan upacara Lapas Kelas IIA Yogyakarta pada Senin (30/11). [FOTO: INDRAS TC]

Yogyakarta, INFO_PAS – Upacara HUT Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Ke-44 dilaksanakan secara sederhana di lapangan upacara Lapas Kelas IIA Yogyakarta pada Senin (30/11). Upacara tersebut diikuti dan dilaksanakan oleh pegawai lapas, mulai dari peserta sampai dengan petugas upacara. Upacara yang dimulai tepat pada pukul 08.00 tersebut mengambil tema nasional yaitu “Dengan Memperkokoh Netralitas dan Profesionalitas, Korpri Siap Menyukseskan Program Nawa Cita Melalui Gerakan Ayo Kerja Menuju Terwujudnya Kualitas Pelayanan Publik dan Kesejahteraan Masyarakat.”

Mengawali amanatnya Kepala Seksi Bimbingan Napi/Anak Didik (BINAPI), Heriyanto, selaku Inspektur Upacara mengatakan semula kalapas yang akan memimpin langsung jalannya upacara, namun yang bersangkutan berhalangan hadir dikarenakan tengah berada di Palembang guna menghadiri The 19th ASEAN Prison Track and Field Championship (APTFC) 2015.

“Oleh karena itu, saya ditugaskan bapak Kalapas untuk menggantikan beliau para Peringatan HUT KORPRI pada kesempatan kali ini,” kata Heri di atas mimbar.

Selanjutnya Heriyanto dalam amanatnya membacakan Sambutan Presiden RI Selaku Penasehat Nasional KORPRI. Adapun dalam amanat tersebut disampaikan 5 pesan untuk seluruh anggota KORPRI. Pesan-pesan tersebut diantaranya, pertama, lakukan percepatan reformasi birokrasi di semua tingkatan. Lakukan reformasi birokrasi tanpa basa-basi, cari terobosan serta cara-cara baru dengan menghindari business as usual.

Kedua, bangun mentalitas baru yang positif, yang berintegritas, yang memiliki ethos kerja, dan yang berjiwa gotong royong. Ketiga, persiapkan diri menuju birokrasi yang dinamis, inovatif  dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Keempat, jaga netralitas anggota KORPRI dalam pesta demokrasi, khususnya Pemilu Kepala Daerah yang akan digelar akhir tahun ini.

“Saya mengharapkan Saudara-saudara benar-benar menjaga netralitas serta tidak menggunakan fasilitas pemerintah untuk kepentingan kampanye Pemilukada tersebut,” tulis presiden dalam pesannya.

Pesan kelima, semua aparatur birokrasi harus menjadi motor penggerak produktifitas nasional dan daya saing bangsa.

Upacara diakhiri usai inspektur upacara meninggalkan lapangan upacara, meskipun dilaksanakan secara sederhana, upacara tetap berjalan khidmat. (SP)

Kontributor : HUSNI TAMRIN/ LAPAS KELAS IIA YOGYAKARTA

Sumber: www.pemasyarakatan.com

Filed in: Kabar Penjara Desember 2015

No comments yet.

Leave a Reply