Senin, 11 Desember 2017 - 14:48 WIB

WBP Lapas Wirogunan Ajak Siswa Tamansiswa Tidak Melakukan Tindak Kejahatan

WBP Ajak Siswa 1

Salah seorang WBP tengah memaparkan cerita serta mengajak para siswa untuk tidak melakukan tindak kejahatan, Selasa (19/12). [Foto: Husni Tamrin]

Puluhan siswa Taman Muda (setingkat SD) dari Yayasan Taman Siswa Yogyakarta berkunjung ke Lapas Wirogunan pada Selasa (9/12). Salah satu guru dari Taman Siswa menjelaskan tujuan membawa para siswanya ke Lapas Wirogunan sebagai bentuk pembelajaran secara nyata kepada mereka bahwa pelanggaran hukum atau peraturan itu berkonsekuensi pada sanksi. Para siswa diberi kesempatan melihat kegiatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di bengkel kerja. Berlarian, bicara ceplas ceplos, bertanya apa adanya, selalu bergurau dan berteriak dengan teman-temannya menjadi pemandangan yang berbeda di Lapas Wirogunan.

Selanjutnya mereka dibawa ke aula, dan langsung disambut Iwan Yujono, pembina kesenian dan para WBP dengan suguhan lagu-lagu diiringi band Lapas Wirogunan serta fashion show. Kembali tampak sikap spontan mereka ikut menyanyikan lagu yang didendangkan Iwan Yujono dan WBP wanita. Seluruhnya bergembira dan merekapun sering bertepuk tangan dan bersorak gembira.

Sarmini, seorang penelaah status WBP mewakili Kepala Lapas Wirogunan menyampaikan nasehat dan kata-kata semangat kepada para siswa. Begitu juga dengan Ambar, petugas PPID bertugas mendampingi WBP untuk menceritakan tentang pengalaman mereka yang melanggar hukum sehingga harus menjalankan pidana. Awalnya Ambar bercerita tentang Ki Hajar Dewantara, tokoh Pendidikan Indonesia yang mendirikan sekolah swasta pertama di Yogyakarta di era Kolonial Belanda yang dinamakan Tamansiswa. Diceritakannya juga bahwa karena perjuangannya dinilai membahayakan Kolonial Belanda, maka Ki Hadjar Dewantara di tahan di Lapas Wirogunan yang pada masa kolonial Belanda Lapas ini bernama Gevangenis Enhuis Van Bavering.

Ambar meminta dua WBP, Wawan dan Agus untuk bercerita latar belakang mereka sehingga dipidana. Wawan bercerita karena kenakalannya yang suka berkelahi, mengkonsumsi minuman keras, dan merampok berakibat dia dipidana 13 tahun. Sedangkan Agus menceritakan kisahnya yang menyakiti seorang wanita berakibat dipidana 1 tahun 6 bulan. Keduanya menghimbau kepada para siswa untuk tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman keras, tidak berkelahi, tidak memeras orang lain. Wawan dan Agus juga mengajak para siswa untuk rajin belajar, patuh pada orang tua, hormat pada guru, menyayangi teman.

Diakhir acara Ambar juga mengajak para siswa tidak melakukan kenakalan atau tindak kejahatan. Karena walau mereka masih anak-anak bila melakukan kejahatan dapat dipidana di Lapas khusus anak. [Ambar Kusuma]

Filed in: Kabar Penjara Desember 2014

No comments yet.

Leave a Reply