Jumat, 10 Juli 2020 - 09:31 WIB

Test Urin Bagi WBP Wirogunan

Sejumlah WBP wanita berkumpul di Balai Pengobatan Lapas Kelas IIA Yogyakarta pada hari Selasa (09/02/2016). Program test urin diselenggarakan Lapas Kelas IIA Yogyakarta atas dasar perintah dari Kanwil Kemenkumham DIY. 90 WBP wanita dan 35 WBP laki-laki menjadi target pemeriksaan. Pelaksana kegiatan seluruhnya petugas medis yang terdiri dari satu dokter umum, satu dokter gigi, lima perawat, dan satu apoteker.

Endang, salah satu petugas medis menjelaskan kepada para WBP bagaimana mereka mengisi urin ke dalam tabung, sedangkan petugas medis yang lain bertugas melepas tabung dari tempatnya dan mengidentifikasi sesuai nama WBP. Dokter Novita sebagai penanggung jawab kegiatan memeriksa urin, untuk mengetahui kemungkinan urin WBP terindikasi narkoba berupa kokain, mariyuana, amfetamin, metafetamin, morfin, benzodiazepine. Setelah didiagnosa Urin disimpan sebagai barang bukti.

Suasana kadang-kadang gaduh, karena beberapa WBP kesulitan untuk buang air kecil. Apre (bukan nama sebenarnya) harus menunggu lama untuk mengeluarkan urinnya , walaupun sudah lima gelas air dia minum. Lain lagi dengan Dara (bukan nama sebenarnya) ketika akan mengeluarkan urin ternyata dia juga ingin buang hajat, “Bu saja malah pengen buang air besar!” teriaknya kepada petugas yang mengawasinya.”tawa, “Ya sudah sekalian saja,” teriaknya.

Pemeriksaan urin hari pertama berjalan sukses dan akan dilanjutkan keesokan harinya, dan targetnya adalah WBP laki-laki.

Ambar Kusuma

Filed in: Kabar Penjara Februari 2016

No comments yet.

Leave a Reply