Kamis, 9 Juli 2020 - 09:40 WIB

Terompah Raksasa dan Gobak Sodor Meriahkan Olah Raga Tradisional Di Lapas Wirogunan

 

Kasti, Gobak Sodor (Galasin), dan Bakiak Raksasa adalah permainan olah raga tradisional yang agak sering dimainkan di Lapas Wirogunan. Walau berkali-kali permainan ini dimainkan Warga binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Wirogunan, tetap memberi kegembiraan bagi WBP. \

Olah Raga tradisional berupa Gobak Sodor dan Terompah Raksasa pada hari Jumat (21/04/2017) menjadi lebih istimewa. Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-53 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menyelenggarakan serangkaian kegiatan. Salah satunya “Olah Raga Tradisional”. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membangun kekompakan, kebersamaan, sportifitas, dan lebih mencintai olah raga tradisional. Menjadi lebih istimewa karena diselenggarakan serentak oleh WBP di Lapas dan Rutan seluruh Indonesia.

Terompah Raksasa adalah lomba pertama yang dimainkan. Setiap terompah terdiri dari lima WBP dan mereka bersaing antar blok. Tentu saja kelompok WBP perempaun dibedakan dengan yang laki-laki.

Khasnya pertandingan, ada penonton yang seolah menjadi pelatih dan menjelaskan beberapa strategi. Sangat semangat dia member pengarahan layaknya seorang pelatih yang profesioanl. Selain itu ada juga yang seolah seperti manager, memilih peserta di kelompoknya, menyediakan minum, memandu teman-temannya untuk turut mendukung. Sudah pasti yang paling ramai adalah WBP yang menjadi penonton semata

“Langkahnya yang kompak!”

“Terus maju terus!” “Hayo susul, dikit lagi!” teriak mereka memberi dukungan

Satu regu terjerembab jatuh secara berbarengan, penontonpun bersorak kegirangan dan terus berteriak menggoda. Sementara pendukungnya terus member semangat

“Bangun cepat bangun!” “Kaki kanan dulu!”

“Yang bareng!” “Satu dua tiga!”

Permainan Gobak Sodur pun tidak kalah serunya. Regu yang bermain berusaha menggocek lawannya yang menjaga agar bisa melewatinya tanpa dapat disentuh. Sebagian dari mereka tertawa sendiri dan berteriak, “Kita kayak anak-anak lagi ya!”

Kegiatan yang sangat berharga bagi mereka. Sangat jarang mereka bisa berjam-jam ada di tengah lapang sambil bersuka cita. Bentuk rekriasi yang ada di Lapas Wirogunan ini benar-benar diamanfaatkan dengan positif oleh para WBP. Kegembiraan tersebut tidak milik mereka sendiri, tetapi juga para petugas Lapas Wirogunan yang ikut berbaur di tengah-tengah WBP.

(AK 21042017)

Filed in: Kabar Penjara April 2017

No comments yet.

Leave a Reply