Kamis, 23 November 2017 - 10:24 WIB

Tangis Haru, Riang Canda, dan Harapan Bercampur di Lapas Wirogunan

Menyemut

Selama dua hari Lapas Wirogunan di penuhi pengunjung yang ingin bertemu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Seperti tahun-tahun lalu, dalam rangka hari raya Idul Fitri Lapas Wirogunan menyelenggarakan kunjungan. Pada tahun ini kunjungan diselenggarakan pada hari Kamis dan Jumat (29; 30/06/2017). Pengerahan personil dan penyediaan sarana kunjungan lebih dari kunjungan biasa. Baik pasukan Pengamanan maupun staf terlibat dalam kunjungan hari raya Idul Fitri. Bahkan dibantu oleh patugas dari Polsek Pakualaman.

Secara periodik petugas informasi memberitahukan hal-hal penting terkait dengan kunjungan, seperti cara mendaftar, barang yang tidak boleh dibawa ke dalam Lapas, fasilitas toilet, maupun tempat penitipan uang untuk WBP.

Para pengunjung harus melewati tahapan-tahapan dari mengambil nomor antrian, pendaftaran, pemanggilan masuk, pemeriksaan barang dan badan, ke ruang transit, dan akhirnya ke area kunjungan di tengah lapang yang dilindungi tenda serta disajikan band Wirogunan hasil binaan Iwan Yujono.

Beragam emosi tercurahkan di Lapangan yang cukup luas dan dapat menampung ratusan WBP dan pengunjung. Beberapa pengunjung tidak bisa menahan tangisnya ketika bertemu WBP. Tampak WBP yang sudah lansia dikelilingi keluarganya. Mereka semua sungkem kepada WBP dengan isakan tangis, bahkan seorang istri terus saja menangis sambil memeluk dan berbincang-bincang kepada suaminya yang harus menjalankan pidana yang lama hingga 15 tahun karena membunuh.

Lain lagi dengan si kecil. Seperti tidak mengetahui bahwa ayahnya sedang dipidana penjara. Sepanjang pertemuan dengan ayahnya, tidak henti-hentinya bergurau, bergelayutan di pundak sang ayah dan mengajaknya makan bakso bersama. Si kecilpun minta disuapi.

Canda tawa  bukan hanya milik si kecil, di kelompok lain tampak sekumpulan anak-anak muda yang membesuk temannya yang juga dipidana. Asik sekali obrolan mereka hingga sering terdengar tawa dan tonjokan-tonjokan akrab diantara mereka.

“Saya titip anak saya ya Pak Ambar, terserah Bapak mau apakan yang penting jadi bener.”

“Moga-moga dia di sini malah bisa lulus sekolahnya ya Pak,” Ujar seorang Ibu dihadapan petugas Lapas yang menjadi guru bagi WBP yang mengikuti pendidikan kesetaraan Kejar Paket.

Lain lagi dengan orang tua Rika yang mengucap sukur karena tahun ini anaknya lulus Kejar Paket B dan melanjutkan ke Kejar Paket C. Katanya penuh harap,”Moga-moga anak saya bisa mendapatkan Pembebasan Bersyarat ya Pak, dan bisa melanjutkan sekolah di luar.”

“Mudah-mudahan bisa memperoleh Pembebasan Bersyarat, asal memenuhi segala ketentuannya, dan harus menyelesaikan sekolahnya. Bisa kan Ndok?” Sukamto memastikan kepada WBP wanita dihadapannya.

Hari pertama ada sebanyak 1912 pengunjung dan hari kedua ada sebanyak  843 pengunjung. Berbaur dengan tertib, bercengkrama dengan segala emosi, baik tangis haru, riang canda, maupun secercah harapan di Lembaga Pembinaan bagi WBP ini.

(AK 30062017)

 

Filed in: Kabar Penjara Juni 2017

No comments yet.

Leave a Reply