Kamis, 23 November 2017 - 10:24 WIB

Semarak Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-72 Petugas Lapas Wirogunan Pesta Permainan

 

Seru!

Sangat Seru.

Meriah!

Tampaknya meriah, karena semua orang yang ada di lapangan rumput tertawa penuh kegembiraan.

Sabtu pagi (05/08/2017) tanah lapang Lapas Wirogunan sudah di  penuhi para petugasnya dengan mengenakan kaos yang sebagian besar bernuansa merah putih. Mereka berkumpul dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Ada enam buah permainan yang dilombakan, tiga diantaranya berunsur air. Seluruh permainan sifatnya berkelompok, dan setiap kelompok diwakili oleh peserta dari setiap seksi.

Permainan pertama adalah lomba yang selalu ada. Setiap tahun dilombakan, dan tetap seru serta penuh kegemasan dan tertawa gembira. Tampak para kelompok peserta semangat berusaha memenangkan permainan bakiak raksasa yang terdiri tiga orang tiap kelompoknya.

“Kiri kanan, kiri kanan, kiri kanan”

“Miring kiri……. Oke lompat” Begitu komando pemimpin peserta lomba di kelompoknya.

“Pak, Bakiakmu nginjak bakiakku”, teriak Umi dengan emosi ketika bakiak timnya diinjak bakiak tim Hartadi yang menyebabkan timnya tidak dapat berjalan. Penonton pun teriak kesenangan.

Suasana menjadi agak romantik antara  Khosingah dengan Desi ketika lomba saling menyuap pisang dengan mata tertutup. Sementara peserta lain  ingin segera menghabiskan pisang mereka, lain lagi dengan pasangan ini. Justru asik memakan pisang dengan santainya yang disuapi pasangannya. Justru penonton gemes akan kelakuan pasangan ini.

Lima peserta masing-masing masuk ke dalam sarung yang ditengahnya dijalin menjadi satu. Lomba kali ini setiap peserta menghabiskan kue dihadapan mereka. Ketika wasit berteriak mulai, setiap peserta berusaha maju mengambil kue, karuan lawannya akan tertarik mengikuti peserta yang dapat maju. Tidak mau kalah peserta lain dengan segenap tenaga berusaha maju juga. Terjadilah saling tarik menarik. Penonton pun memberi semangat temannya.

Seakan ada kesepakatan, Heriyanto, Suyadi, Jati dan Purwanto membalikan badan yang sebetulnya larangan. Mereka berempat menarik Suhartadi, yang beberapa detik lalu dapat menggeret keempat peserta tersebut. Kecurangan keempatnya  menarik sarung menggunakan tangan menjadi suasana sangat meriah saling teriak.

Lomba mengisi air ke dalam ember dengan cara estafet, dimana setiap kelompok terdiri dari empat orang yang masing-masing membawa baskom plastik. Peserta pertama mengambil air dan dituangkan ke baskom peserta di belakangnya dengan menggerakan kedua tangan melewati atas kepala dan tidak boleh membalikan badan, Yang diberi langsung menampung ketika peserta di depannya menuangkan air. Peserta terakhir memasukan ke dalam ember, begitu seterusnya. Ini pun jadi bahan tertawaan penonton, karena para peserta menjadi basah karena air tumpah ke badan mereka. Beberapa peserta melakukan keisengan, mereka tidak menuangkan air ke temannya justru di lemparnya ke penonton dan ini terus menerus. Akibatnya tidak hanya peserta yang basah, penonton pun menjadi basah. Bahkan tanpa sungkan Jati sang panitia mengguyur air sebaskom besar ke badan peserta dari belakang. Karuan yang bersangkutan terkejut, dan berusaha membalas perbuatan Jati.

Melihat semua kejadian ini, Suherman, Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta juga ikut tertawa lepas. Suasan gembira benar-benar tercipta di tengah lapang Lapas Wirogunan. Masih ada dua permainan yang menggunakan air, dan itu juga tidak kalah hebohnya seperti empat permainan sebelumnya.

Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapas Kelas IIA Yogyakarta benar-benar semarak. Biasanya mereka melihat kegiatan Warga Binaan Pemasyarakatan, tetapi hari ini para petugas menjadi obyek tontonan WBP. Semuanya bergembira.

(AK 05082017)

 

Filed in: Kabar Penjara Agustus 2017

No comments yet.

Leave a Reply