Senin, 6 Juli 2020 - 12:19 WIB

Pertandingan Persahabatan Klub Yuso dengan Lapas Wirogunan

 

Klub Yuso, sebuah perkumpulan Olah Raga Bola Voli yang sudah punya nama di Indonesia bertandang ke Lapas Wirogunan pada Sabtu (23/09/2017). Klub ini berinisiatif melakukan pertandingan persahabatan, dan dengan rasa senang disambut positif oleh Lapas Wirogunan.

Yuso tidak menampilkan para pemain mereka, tetapi mantan pemain termasuk mantan pemain nasional yang kini aktif menjadi pelatih di klubnya.

Kedatangan mereka sudah memberi decak kagum para warga Lapas Wirogunan, terlebih melihat sosok Andri Widiyatmoko dan rekan-rekannya yang terbilang jangkung. Beberapa diantaranya pun meminta bahkan mencuri-curi untuk berfoto. Suasana akrab langsung terjalin, senda gurau pun mengalir begitu saja. Setelah dilakukan pembukaan secara sederhana dan pemberian tanda mata berupa bola voli dari Klub Yuso kepada Lapas Wirogunan, pertandingan persahabatan pun digelar.

Tampak para pemain Yuso tidak serius dalam bermain, bahkan mereka sering berceloteh bersenda gurau, tetapi permainan mereka tetap efektif. Bola datang dari service lawan mereka terima dengan tenang, bahkan cemesan lawan pun mereka layani tidak terlalu serius. Blok mereka terlihat kokoh dan jarang tembus. Bila tembus kawan pun sudah siap menerima dengan baik.

Suasana di kubu Yuso berbanding terbalik dengan kubu Wirogunan. Baik pemain dari petugas maupun dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tampak tegang. Mereka tampak demam panggung dan tidak menikmati irama permainan. Sepertinya mereka sudah terpengaruh dengan nama besar Yuso. Mati sendiri seperti tidak ada hentinya, cemesan yang sering mereka pertontonkan di dalam latihan luruh begitu saja.

Para pemain dari Lapas Wirogunan tidak bisa bermain lepas, dan seperti tidak mau mengambil kesempatan bisa bermain nikmat melawan Yuso. Mereka benar-benar terbius oleh klub ini.

Suasana pecah setelah permainan usai, seluruh pemain baik dari Wirogunan dan dari Yuso berkumpul penuh persahabatan, terlebih pisang dan kacang rebus serta jagung rebus dan teh manis hangat menemani mereka. Sungguh menjadi nikmat.

(AK23092017)

Filed in: Kabar Penjara September 2017

No comments yet.

Leave a Reply