Rabu, 15 Agustus 2018 - 10:03 WIB

Penyuluhan Hukum Serentak; WBP Lapas Wirogunan Antusias

DSCN6786

Salah satu WBP Lapas Wirogunan tengah mengajukan Pertanyaan pada narasumber Penyuluhan Hukum Serentak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada Kamis (28/01) [foto : Danang]

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada hari Kamis (28/01) melaksanakan “Penyuluhan Hukum Serentak” dengan tema “Membangun Masyarakat Cerdas Hukum” ke seluruh Indonesia. Target penyuluhan diperuntukan bagi masyarakat di berbagai tempat seperti Sekolah, Lapas, Rutan, Organisasi Kemasyarakatan, Dharma Wanita. Lapas Wirogunan juga mengadakan penyuluhan serentak tersebut dengan mengerahkan seluruh warga binaannya yang berjumlah 369 orang di Masjid Al-Fajar Lapas Wirogunan.

Zaenal Arifin, Kepala Lapas Wirogunan membuka acara dan menjelaskan tujuan penyuluhan hukum terkait dengan “Masyarakat Ekonomi Asean” yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia dan berkonsekuensi dengan hukum yang berlaku.

Inike Kusumaningrum, penyuluh hukum dari Kanwil Kemenkumham DIY menjadi pembicara pertama, yang menjelaskan tentang “Cerdas Hukum dalam Menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean.

Pada pembicara kedua, Muhammad Iqbal memperkenalkan diri sebagai Direktur Organisiasi Bantuan Hukum (OBH) “Sekar Melati”. Dinyatakannya bahwa OBH yang dipimpinnya telah dipercaya Kemenkumham untuk memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat, yang salah satu tujuannya untuk menjelaskan cara memperoleh bantuan hukum. Ditegaskannya bahwa OBH “Sekar Melati” tidak menarik biaya bantuan hukum untuk rakyat miskin, dan bersedia memberikan pendampingan di pengadilan, baik Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama maupun Pengadilan Tata Usaha Negara.

Penyuluhan hukum ini ternyata menjadi perhatian besar dari para WBP. Hal ini terbukti selalu saja ada WBP yang tunjuk tangan untuk mengajukan pertanyaan.

Salah satunya adalah Fyan (bukan nama sebenarnya) bertanya,”Sampai tingkat apa OBH memberikan bantuan hukum?”

“OBH membantu dari Pengadilan Negeri hingga Kasasi di tingkat Mahkamah Agung, bahkan juga sampai Peninjauan kembali. Buat kalian narapidana bila membutuhkan bantuan hukum silahkan mendaftar ke Lapas Wirogunan dan gratis,” Iqbal menjawab pertanyaan.

Subak (bukan nama sebenarnya) juga tergelitik untuk bertanya, “Sebagai napi saya membutuhkan kepastian hukum. Kasus saya korupsi, dan saya telah memenuhi segala syarat untuk mendapat remisi. Kenyataannya remisi tidak saya terima.” Bisa Bapak bantu saya?”

Kembali Iqbal merespon pertanyaan narapidana, “Bapak bisa berkonsultasi dahulu dengan kami agar memiliki pemahaman hukum yang mungkin belum jelas tentang apa yang Bapak hadapi. Sekali lagi ini gratis, jadi jangan ragu-ragu.”

Pertanyaan dari para WBP terus saja mengalir, Iqbal terus dihujani pertanyaan yang tidak habis-habis. Kandi yang menjadi pembawa acara pun harus membatasinya.

Penyuluhan hukum semakin menarik karena diselingi pertanyaan dengan hadiah doorprice. Setiap pertanyaan yang dilempar langsung menjadi rebutan WBP. Dari nama Kepala Lapas Wirogunan, kewajiban WBP, hak-hak WBP, larangan bagi WBP hingga Catur Dharma Narapidana. Doorprice terakhir dengan penuh keakraban Kepala Lapas mengambil kertas secara acak yang menunjukan nomor milik WBP. Ada sebelas WBP yang dipanggil untuk mendapatkan hadiah. Akhirnya acara pun ditutup dengan foto bersama

(Ambar Kusuma)

Filed in: Kabar Penjara Januari 2016

No comments yet.

Leave a Reply