Senin, 6 Juli 2020 - 13:25 WIB

Pengajian Majelis Taklim Pegawai Lapas Wirogunan; Keteladanan Nabi Ibrahim dan Keluarganya

Ustadz Purtantiono tengah menyampaikan pengajian untuk Majelis Taklim Pegawai Lapas Wirogunan pada Jumat di Aula Lapas (26/09).

Ustadz Purtantiono tengah menyampaikan pengajian untuk Majelis Taklim Pegawai Lapas Wirogunan pada Jumat di Aula Lapas (26/09).

Menjelang hari Raya Idul Adha Ustadz Purtantiono sampaikan pengajian untuk Majelis Taklim Pegawai di Aula Lapas Klas IIA Yogyakarta pada Jumat (26/09). Disampaikan olehnya tentang romantika kehidupan yang penuh dengan ujian dan cobaan bagi manusia, dan bagaimana menjalaninya sesuai perintah Allah. Kisah Nabi Ibrahim dan keluarganya dijadikan model dalam menghadapi permasalahan di dunia. Kesabaran, kegigihan, terjaganya akhlak, usaha menebalkan iman, dan selalu bersandar kepada Allah adalah poin-poin yang

Meskipun materi yang disampaikan cukup banyak, akan tetapi dengan penyampaian santai dan tidak jarang diselingi dengan gurauan, membuat para jamaah tidak bosan menyimaknya. Disampaikan oleh ustadz bagaimana Nabi Ibrahim dan istrinya tetap bersabar dan berdoa agar dikarunai anak. Kesabarannya membuahkan hasil, sang istri mengandung dan melahirkan walau usianya sudah tua. Kesabaran dan kegigihan Siti Hajar juga teruji ketika menerima ujian dari Allah ditinggal suaminya di tengah gurun. Dia berjuang mencari air dengana berlarian hilir mudik di padang pasir memperjuangkan kelangsungan hidup anaknya Ismail yang masih bayi. Pristiwa ini menjadi salah satu rukun haji yang disebut Sa’i.

Kepatuhan Nabi Ibrahim terhadap Allah juga teruji ketika diperintah untuk menyembelih Ismail, anak kesayangannya. Nilai akhlak yang tinggi tercermin dari sang anak yang dengan tenang membesarkan hati ayahnya yang akan menyembelihnya dengan mengatakan, “ Bila ini perintah Allah agar Bapak menyembelih saya, silahkan”

“Pristiwa yang dialami Nabi Ibrahim dan keluarganya menjadi tuntunan bagi umat manusia di dunia. Jutaan umat Islam dari seluruh dunia tiada henti menunaikan umroh dan haji, selain sebagai kewajiban menunaikan rukun Islam, juga mengenang pristiwa Nabi Ibrahim dan keluarganya”, demikian pungkas Ustadz  Purtantiono menutup tauziahnya. (AK 26092014).

Filed in: Kabar Penjara September 2014

No comments yet.

Leave a Reply