Rabu, 19 Juni 2019 - 18:32 WIB

Pemilu 2019, Narapidana Lapas Wirogunan Ikut Pesta Demokrasi

 

Rabu (17/04/2019) rakyat Indonesia baik yang berada di kota maupun di desa, di daerah padat ataupun daerah terpencil, melaksanakan pemilihan umum secara serentak. Ada lima surat suara yang disediakan yaitu pemilihan Presiden, Anggota DPR RI, DPD, DPR Propinsi, dan DPR Kota/ Kabupaten.

Para narapidana Lapas Kelas IIA Yogyakarta (Lapas Wirogunan) pun ikut pesta demokrasi yang diselenggarakan tiap lima tahun sekali. Seperti warga masyarakat yang berada di luar Lapas, para narapidana telah melalui proses untuk memenuhi persyaratan agar dapat menjadi pemilih. Heriyanto selaku Kepala Seksi Binapi telah menghimpun dan mengidentifikasi para narapidana, bahkan bekerja sama dengan Kantor Dinas Dukcapil DIY agar WBP yang memiliki persoalan kependudukan dapat teratasi. Sayang hingga hari pelaksanaan pemilu, tidak semua narapidana dapat menjadi pemilih. Kendala teknis dan administrasi menjadi alasan sehingga ada narapidana yang tidak memenuhi syarat untuk menjadi pemilih.

TPS 18, karena berada di dalam Lapas Wirogunan masuk katagori  TPS khusus.  Ke khususannya yang tampak adalah para narapidana yang menjadi pemilih tidak harus membawa KTP. Di dalam pelaksanaan mereka tidak serentak menuju TPS, tetapi diatur perblok hunian. Bila satu blok hunian selesai melakukan pemilihan, maka narapidan dari blok selanjutnya yang akan melaksanakan hak pilihnya.

Kepala Kanwil Kemenkumham DIY, Krismono beserta anggota keluarganya melaksanakan hak pilihnya di Lapas Wirogunan. Begitu juga dengan Kepala Divisi Pemasyarakatan, Tedja Sukmana dan Kepala Lapas Wirogunan, Satriyo Waluyo.

Krismono menyatakan, “Semoga Pemilu di Lapas Wirogunan dan Lapas Perempuan berjalan lancar. Sarana prasarana sudah kami siapkan, dan penyelenggara di TPS ini pun sudah sangat siap. Mereka sudah diberi pembekalan, seperti penyelenggara  yang lain. Petugas pengamanan juga siap, bahkan ada tambahan bantuan pengamanan dari staf yang ditugaskan. TNI dan aparat kepolisian dari Polda DIY juga siaga. Sedang diarea TPS 18 tetap ada dua anggota Linmas.

Satriyo Waluyo menaruh harapan pelaksanaan pemilu di Lapas Wirogunan berjalan lancar dan aman, serta selesai tepat pada waktunya. Dikatakannya, “Petugas kami sudah siap melaksanakan kewajibannya, dan narapidana yang memiliki hak suara sudah pasti datang dengan cara yang teratur. Semoga mereka tidak bingung, karena sebelumnya telah dilakukan sosialisasi dan simulasi.”

Para narapidana mempunyai kesan tersendiri karena dapat mencoblos walau di dalam Lapas, bahkan Rama seorang napi pun berkelakar, “Pengalaman pertama nyoblos, ee… malah di dalam penjara.”

(AK 17042019)

Filed in: Kabar Penjara April 2019

No comments yet.

Leave a Reply