Kamis, 9 Juli 2020 - 09:04 WIB

Pasukan L’Wiro Sosialisasikan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM ke Keluarga WBP

 

Semangat Lapas Yogyakarta untuk meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tetap terjaga. Selain terus menyempurnakan faktor pengungkit, dan membenahi sarana prasarana serta meningkatkan mutu pelayanan baik kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) juga kepada masyarakat, Lapas Yogyakarta teus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar ikut mendukung target yang ingin dicapai.

Setelah menyelenggarakan sosialisasi dengan penyelenggaraan sepeda santai di 0 kilometer Yogyakarta, sepasukan kecil tim kerja L’Wiro yang  berjumlah enam orang melakukan sosialisasi “Lapas Wirogunan anti korupsi, kolusi, dan nepotisme serta menolak Gratifikasi ke rumah kediaman WBP pada hari Senin (29.07/2019) di Wates Kulon Progo.

Kunjungan pertama anggota pasukan yang terdiri dari Ambar, Indras, Astika, Tika, Khosingah dan dengan koordinator Sukamto adalah ke keluarga “Rama”. Walau agak terkejut karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya, keluarga ini menerima dengan ramah dan senang hati. Ambar pun menjelaskan maksud kedatangan tim kerja L’Wiro yang bertekad meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi, dan perlu dukungan masyarakat terutama keluarga WBP.

“Lapas Wirogunan memberikan banyak pelayanan, baik bagi WBP maupun kepada masyarakat. Kami menegaskan kepada Bapak Ibu, bahwa semua pelayanan yang kami berikan memungut biaya sebesar nol rupiah alias gratis. Untuk itu kami memerlukan dukungan masyarakat yang berkunjung ke Lapas Wirogunan. Misalnya ketika sampai ke Lapas Wirogunan, Bapak memarkir kendaraan di halaman Lapas, itu  tidak dikenakan biaya. Jadi mohon bantuan Bapak dan Ibu agar tidak memberikan uang parkir kepada petugas kami dan juga WBP yang sedang menjalankan program asimilasi,” Ambar memberikan penjelasan.

Tika sebagai duta pelayanan L’Wiro pun ikut mengajak berbincang-bincang,” Bapak kalau mendaftar untuk berkunjung apa dikenakan biaya?”

“Sama sekali tidak, dan kami  selama ini memang tidak dikenakan biaya apapun,”jawab Ibu dari Rama.

“Kami senang mendengar ini Ibu, dan bila dilain waktu Bapak atau Ibu dimintakan dana dalam menerima pelayanan kami, bantu kami untuk tidak segan-segan melaporkannya,” tegas Tika.

Sukamto menambahkan, “Hati-hati kepada pihak yang tidak bertanggung jawab, yang mengatas namakan dinas meminta sejumlah dana dalam memberikan pelayanan. Pihak ini bisa oknum petugas, WBP atau anggota masyarakat dengan segala caranya.”

Setelah memberikan penjelasan bahwa Lapas Wirogunan menolak KKN dan anti gratifikasi, serta menjelaskan segala macam bentuk pelayanan, Tim L’Wiro pun meminta ijin diperbolehkan memasang stiker di rumah keluarga WBP.

Kunjungan ke beberapa keluarga WBP pun dilanjutkan. Seluruhnya mendukung tekad Lapas Wirogunan untuk meraih predikat WBK. Bahkan ada kekaguman keluarga WBP tentang ketegasan petugas dalam memeriksa barang pengunjung. Bila itu larangan dengan sopan diinformasikan bahwa barang dimaksud tidak bisa diberikan kepada WBP, dan  dikembalikan  setelah selesai berkunjung.

“L’Wiro!”

“Pasti!” “Pasti!” “Pasti WBK!”

(AK 29072019)

Filed in: Kabar Penjara Juli 2019

No comments yet.

Leave a Reply