Senin, 15 Oktober 2018 - 20:30 WIB

Kalapas Kelas IIA Yogyakarta Mewisuda 40 WBP pada Peresmian Madrasah Al-Fajar

 

 

Menjelang bulan Romadhan tahun 2018 Lapas Kelas IIA Yogyakarta menyelenggarakan peresmian Madrasah Al-Fajar dan Wisuda Santri pada hari Sabtu (12/05/2018) di Masjid Al-Fajar Lapas Kelas IIA Yogyakarta.

Heriyanto selaku Kepala Seksi Binadik dan ketua Madrasah Al-Fajar menyatakan bahwa Lapas Kelas IIA Yogyakarta yang selama ini melakukan pembinaan agama Islam di dalam masjid, kini telah memiliki tiga ruang kelas yang representatif. Kelas-kelas ini digunakan untuk memberikan pelajaran kepada WBP yang menjadi santri berupa kelas Iqro, hapalan Quran, tauhid, fiqih dan sebagainya dengan Pengajar adalah pegawai Lapas Kelas IIA Yogyakarta serta para penyuluh dari Kementerian Agama Kota Yogyakarta

“Saat ini ada 250 WBP yang menjadi santri di Madrasah Al-Fajar, pembinaan telah kami lakukan beberapa bulan lalu, dan kini 40 santri dinyatakan lulus dengan katagori lulus pendidikan Iqro, lulus baca Al’quran dan lulus hapalan Al’quran. Atas keberhasilan para santri, mohon Kepala Lapas meresmikan Madrasah Al-Fajar dan mewisuda para santri,” Heriyanto

Rasa senang tampak terpancar dari Satriyo Waluyo selaku Kepala Lapas melihat terwujudnya gedung tua yang semula tidak berfungsi kini menjadi ruang kelas yang baik untuk WBP menerima pendidikan agama Islam.

Sebelum meresmikan Madrasah Al-Fajar dan mewisuda para santri Satriyo Waluyo menuturkan, “Lapas Yogyakarta merupakan miniatur masyarakat yang ada di luar. Kami selaku penyelenggara memberikan pelayanan bagi WBP, baik berupa pembinaan, pengamanan, perawatan, kesehatan dan sebagainya. Bertambahnya sara pembinaan berupa madrasah Al-Fajar saya berikan nilai plus bagi petugas Lapas dan pihak-pihak yang mendukung. Keberadaan madrasah diharapkan menghasilkan perubahan sikap dan perilaku bagi para WBP Lapas Yogyakarta. Keberadaan WBP di Lapas bersifat sementara, dan kalian memiliki banyak waktu untuk belajar, maka manfaatkanlah lembaga ini untuk melakukan perubahan-perubahan kearah yang lebih baik.

Sementara Sigit,  Kepala Kemenag Kota Yogyakarta yang menghadiri peresmian Madrasah Al-Fajar menyatakan,”Kementerian Agama berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat, termasuk yang berada di Lembaga Pemasyarakatan. Berdirinya Madrasah di Lapas Yogyakarta sangat kita dukung, dan ini momentum yang sangat baik untuk menjadi yang lebih baik. Terimakasih kepada teman-teman penyuluh yang ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan di Madrasah Al-Fajar. Ini adalah lahan kita yang tidak akan ada bandingnya, karena profesi terbaik adalah menyeru kepada Allah dan Rasulullah.”

“Kita sepakat memberikan pelayanan kepada saudara-saudara kita yang saat ini sedang menjalankan tahapan hidup dengan diuji oleh Allah berada di Lapas. Kita yakin ketentuan Allah itu baik, bila kita mensikapi dengan baik maka akan berujung dengan baik. Selamat kepada Kalapas yang telah mewujudkan madrasah di Lapas Kelas IIA Yogyakarta.

Kepala Lapas tersenyum sementara Kepala Kemenag Kota Yogyakarta menunjukan kekaguman ketika menyalami WBP yang lulus baca Al-Quran tangannya dipenuhi dengan tato. Sebuah lompatan besar bagi mereka, karena ketika di luar Lapas hampir tidak pernah menyentuh Al’quran

(AK 12052018)

Filed in: Kabar Penjara Mei 2018

No comments yet.

Leave a Reply