Rabu, 23 Mei 2018 - 09:50 WIB

Diburu, Jamur Merang Produksi WBP Lapas Yogyakarta

Yogyakarta, INFO_PAS – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Yogyakarta, Maryani, bersama petuga lapas tampak memetik jamur merang yang dibudidayakan di lapas, Rabu (7/3). Belum banyak yang dipetik, tetapi itu sudah membuat hati Maryani senang.

Dua minggu Maryani merawat jamur merang itu dan akhirnya membuahkan hasil. Sebuah aktivitas yang tidak pernah dilakukan sebelumnya dan ternyata ia bisa. Keyakinanannya besar, bisa panen dari benih-benih yang belum mengeluarkan jamur karena ia memperlakukan sama baiknya dari setiap kantong benih jamur.

Ini bukan panen perdana, tetapi sudah tiga hari berturut-turut WBP Lapas Yogyakarta yang bekerja di unit penanaman jamur merang dapat memanen hasil dengan memanfaatkan bangunan yang tidak terpakai seluas 1.5 x 8 meter di bengkel kerja.

Tanpa harus mengubah bangunan, tempat budidaya ini diberi jaring-jaring hitam sebagai peredam cahaya, semprotan air, serta pengukur suhu. Dibawah bimbingan Emon Yudo selaku Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja dan Hasil Kerja serta mendapat arahan dari WBP yang mengerti budi daya jamur, para WBP mendapat tanggung jawab merawat dan menjaga kegiatan kerja ini.
“Prospeknya bagus dan Lapas Wirogunan memiliki lahan. Tidak sulit merawatnya, yang penting WBP rajin merawat dan menjaganya sesuai arahan yang telah diberikan dengan metoda belajar learning by doing. Kita tidak perlu membuat benih, cukup membeli dan untuk pemasarannya pun mudah. Belum sampai keluar lapas, hasil panen telah habis dipesan oleh para petugas dan itu belum semua terlayani,” ujar Emon.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bila kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, tidak menutup kemungkinan akan menambah lahan. Selain pemasarannya mudah, semakin banyak WBP yang dapat ditampung untuk mendapatkan pembinaan ketrampilan.

Contohnya adalah Pariman, salah satu WBP yang dengan apik membungkus jamur merang yang baru saja dipanen. Satu persatu dimasukannya dengan perlahan agar tidak koyak dan tetap sedap dipandang mata bagi yang melihatnya.

Beberapa kantong juga telah dikirim ke Divisi Pemasyarakatan Yogyakarta sebagai contoh dan menjadi rebutan karena tidak sebanding dengan banyaknya jumlah pegawai yang ada. “Kami sangat senang karena jamurnya sangat diminati,” pungkasnya.

Kontributor: Lapas Yogyakarta

Sumber: ditjenpas.go.id

Filed in: Kabar Penjara Maret 2018

No comments yet.

Leave a Reply