Jumat, 10 Juli 2020 - 10:00 WIB

Di Hari Pahlawan Komandan Upacara Kesurupan Inspektur Upacara pun Sempat Menangis

 

Jumat pagi (10/11/2017), Lapangan rumput Lapas Wirogunan Yogyakarta sudah di penuhi para pegawai dan para Warga Binaan Pemasyarakatan untuk mengikuti upacara Peringatan Hari Pahlawan. Satriyo  Waluyo Kepala Lapas Wirogunan menjadi Inspektur Upacara, sedangkan Jati Suryono bertugas sebagai Komandan Upacara. Rangkaian upacara yang dipandu  Etty Ermati satu demi satu diselesaikan dengan baik.

Upacara selesai, Inspektur Upacara memberi selamat kepada Komandan Upacara, dan ketika selesai mendapatkan laporan dari Perwira Upacara, tiba-tiba beberapa orang mahasiswa praktek yang mengikuti upacara berteriak ketika Komandan Upacara mengoceh tidak menentu, matanya melotot, kakinya bergerak kesana kesini. Ucapannya lantang menggunakan bahasa Jawa, dan beberapa kali menyebut dirinya sebagai Temenggung Wiroguno. Para pegawai wanita beristiqfar, dan dua pegawai pria berusaha menolong Jati Suryono sang Komandan Upacara yang  kerasukan arwah Temenggung Wiroguno.

Ketika Kepala Lapas Wirogunan mendekatinya, Jati Suryono pun menunjuk-nunjuk wajah Kepala Lapas. Diam dan diam saja sang pemimpin Lapas ini. Dibiarkan saja kelakuan dan ucapan Jati Suryono, sedangkan para pegawai pria terus berusaha menyadarkan Jati Suryono. Suasana menjadi gaduh, beberapa orang menyingkir ketakutan.

Satriyo Waluyo menjauhi Jati Suryono menuju pintu keluar. Ketika mendekati pintu porter, tanpa diketahui Kepala Lapas Wirogunan muncul istri dan anak Satriyo Waluyo serta beberapa kerabat ditemani sekretaris Kepala Lapas membawa kue tar dan Tumpeng. Mereka mendekat dan menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun”. Nyanyian mereka disambut oleh tim paduan suara dengan menyanyikan lagu yang sama, dan akhirnya seluruh orang yang ada di halaman Lapas ikut bernyanyi.

Sebuah kejutan yang tidak disangka Satriyo Waluyo, sesaat ada keharuan dan sapu tanganpun mengusap air mata yang tidak bisa lagi dibendung. Tawa dan peluk cium sang isteri dan buah hati diterimanya. Dimintanya sang lilin yang menyala ditiup.

“Papa tidak tahu ya, bahwa kami sudah ada di Yogya dari tadi malam,” Istri Satriyo berkata sambil tertawa senang, kejutannya yang disekenario bersama beberapa pegawai berhasil dilaksanakan.

“Pak Jati mana?”

“Pelanggaran, harus di BAP!” Kepala Lapas merespon gemas.

Katanya lagi, “Baru aja niat mau pesen pecel untuk ngerayain ulang tahun, nggak tahunya….”

Jati Suryono, Komandan Upacara yang kesurupan pun nongol dan langsung menyalami kembali Kepala Lapas. Memasang wajah lugu dia pun bercakap, “Bukan saya Pak tapi Ibu.”

Tawa pun kembali pecah.

Tiba-tiba seorang pegawai wanita berteriak, “Pak Ambar Selamat ulang tahun juga!”

Sosok yang jadi juru jepret ini pun menyambut ucapan selamat. Seketika para pegawai yang ada pun menyerbu Ambar untuk mengucapkan selamat. Kepala Lapas dan sang istri pun memberikan ucapan selamat.

“Ini aneh lagi, dia yang ulang tahun dia juga yang ikut membuat scenario untuk ngerjaian yang ulang tahun.” “Asik aja Pak Ambar jepret sana jepret sini, nggak peduli dia ulang tahun juga,” ucap rekan Ambar.

Ambar hanya terkekeh senang, dan terus saja mencari mangsa untuk dijepret dengan kamera kesayangannya.

(AK 10112017)

Filed in: Kabar Penjara November 2017

No comments yet.

Leave a Reply