Senin, 3 Agustus 2020 - 18:20 WIB

Aldi Gagal Asimilasi Lanjutkan Pembinaan di Lapas Wirogunan

Aldi Gagal Asimilasi Lanjutkan Pembinaan di Lapas Wirogunan
Sudah seminggu dua belas (12) Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas
Wirogunan menempuh ujian akhir semester pendidikan kesetaraan Paket B dan C.

Pada hari Senin (15/06/2020) adalah hari terakhir perjuangan mereka di semester ini.
Paket B terdiri dari tiga WBP, dan sembilan WBP ada di jenjang paket C. Dua WBP
menempuh ujian di luar Lapas, karena sedang menjalankan Pembebasan Bersyarat.
Satu diantara mereka adalah Aldi, WBP yang sempat mengenyam udara di luar
Lapas melalui program asimilasi. Aldi dianggap gagal karena sewaktu menjalankan
asimilasi membuat keresahan bagi masyarakat dengan dugaan ikut serta melakukan
tindakan ngelitih bersama teman-temannya.

Sebelum mendapat asimilasi, Aldi merupakan WBP yang cukup aktif mengikuti
pembinaan di Lapas Wirogunan. Dia aktif dikegiatan kesenian, menjadi tamping kerja di
Subsi Bimkemaswat, mengikuti pembinaan ketrampilan membuat boxcreate, serta
menjadi siswa belajar pendidikan kesetaraan paket C, serta tidak pernah melakukan
pelanggaran tata tertib.

Catatan baik dari seorang Aldi inilah yang mengantarkan dia berkesempatan
memperoleh asimilasi setelah melewati setengah masa pidana.
Satriyo Waluyo menyatakan bahwa asimilasi dan integrasi bagi WBP itu
diberikan kepada WBP yang memenuhi syarat sesuai aturan yang berlaku. Aldi
memperoleh asimilasi karena telah sesuai prosedur dan memenuhi syarat.

Keberhasilan asimilasi dan Integrasi bukan hanya ditentukan oleh institusi
pemerintah yang menanganinya seperti Lapas, Rutan dan Bapas, serta Kepolisian,
tetapi juga diperlukan peran aktif keluarga, masyarakat, maupun tokoh setempat.
Keluarga dan masyarakat menjadi pihak terdekat bagi WBP untuk ikut berpartisipasi
memberikan pendampingan dan kontrol selama menjalankan asimilasi atau integrasi.
Kepala Lapas Wirogunan menegaskan bahwa Aldi telah gagal menjalankan
asimilasi dan kami bertanggung jawab untuk kembali memberikan pembinaan. Di Lapas
Wirogunan Aldi tidak akan diberikan hukuman yang bersifat penjeraan, tetapi akan
dibina untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas dari potensi yang dimiliki.
Salah satu bukti yang diberikan kepada Aldi, Lapas Wirogunan tetap menjadikan Aldi
sebagai Warga Belajar pendidikan Paket C yang saat ini baru saja menyelesaikan ujian
akhir kelas sebelas.

“Dia masih muda, kita harus bantu untuk masa depannya, dan berikan
kesempatan kepada dia untuk memperbaiki diri,” ujar Satriyo Waluyo, Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta.

AK.

Filed in: Kabar Penjara Juni 2020

No comments yet.

Leave a Reply