Rabu, 19 Desember 2018 - 09:15 WIB

Ada Asa di Dalam Tembok Lapas

Sesaat di tengah hari panas sepuluh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Wirogunan serius menghadapi beberapa lembar kertas berisi soal-soal tes. Senin (04/12/2017) merupakan hari pertama mereka yang mengikuti pendidikan Kesetaraan Kejar Paket, baik B maupun C untuk melaksanakan ujian akhir semester hingga 5 hari kedepan. Secara resmi 10 WBP ini terdaftar sebagai siswa dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Yogyakarta. Sehubungan dengan pidana penjara yang harus dijalankan, mereka sehari-hari belajar di dalam Lapas. Peran SKB Kota Yogyakarta sangat besar dalam mendukung pembinaan intelektual di Lapas Wirogunan. Selain menerima siswa yang berstatus WBP, institusi ini juga meminjamkan buku-buku mata pelajaran di setiap tingkatan kelas. Keikutsertaan WBP sebagai siswa Kejar paket juga tidak dipungut biaya. Penyelenggaraan Kejar Paket di Lapas Wirogunan merupakan perwujudan dari salah satu pelayanan pembinaan WBP yang diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 31 tahun 1999 tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan serta Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan

Tanpa paksaan para WBP ini mengikuti pendidikan Kejar Paket B dan C. Bahkan beberapa diantaranya tidak perlu diinformasikan terlebih dahulu. Mengetahui teman sesama WBP ada yang bersekolah mereka langsung mendaftar kepada Pegawai Lapas yang menjadi pamong dalam kegiatan ini. Mereka antusias mengikuti pelajaran, karena proses belajar tidak seketat seperti di sekolah formal. Para pengajar yang juga pegawai Lapas dan relawan memberikan materi dengan santai, bahkan penuh gurau canda. Petugas sering membiarkan ketika sedang mengajar ada yang berceloteh menggoda teman. Dan akhirnya  mereka bersahut-sahutan saling mengolok-olok hingga ruang kelas akhirnya ramai karena suara gelak tawa. Tidak ada yang marah, justru berakhir dengan keriangan.

Ketenangan mereka mengerjakan soal hanya bertahan beberapa menit, selanjutnya mulai ada yang berceletuk menggoda teman, dan akhirnya suasana agak gaduh. Kali ini pamong yang bertugas mengawasi ujian mereka menenangkan agar tidak berguarau selama ujian. Suasana pun tenang kembali. Kembali itu pun akan bertahan tidak lama. Sudah pasti sang pengawas tidak bosan menenangkan.

Walau di dalam Lapas para  WBP optimis memiliki asa untuk  meraih masa depan mereka. Sekolah adalah bentuk ikhtiar, seperti orang-orang yang ada di luar Lapas.

(AK 04012018)

Filed in: Kabar Penjara 2017, Kabar Penjara Desember 2017, Kabar Penjara November 2017

No comments yet.

Leave a Reply