Senin, 15 Oktober 2018 - 20:31 WIB

300 WBP Lapas Yogyakarta Dibekali Pembinaan Kesadaran Bela Negara

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Yogyakarta mengadakan penyuluhan Pembinaan Kesadaran Bela Negara bagi lebih dari 300 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (16/4). Bertempat di Masjid Alfajar Lapas Wirogunan, acara tersebut menghadirkan Komandan Rayon Militer 05 Pakualaman Yogyakarta, Mayor Arhanud Heru Wibowo, sebagai narasumber.

Penanaman nilai-nilai kebangsaan ini penting bagi para seluruh warga negara Indonesia, termasuk para WBP,” ujar Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Wirogunan, Bowo Sulistyo, mewakili Kepala Lapas Yogyakarta.

Dihadapan para WBP, Mayor Arhanud Heru Wibowo, memberikan pembekalan tentang Indonesia, diawali dari sejarah lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dinyanyikan bersama serentak oleh WBP. Ia menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan letak geografis yang strategis, penduduk besar, wilayah luas dengan beraneka ragam suku dan bahasa, serta memiliki kekayaan yang luar biasa.

“Kebesaran itulah yang menyebabkan Indonesia tidak lepas dari masalah atau ancaman dari dalam maupun luar negeri. Masalah dan ancaman tersebut dapat melalui aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan, dan sosial budaya,” ulas Mayor Heru.

penyuluhan bela negara di Lapas Wirogunan

Ia mencontohkan beberapa fenomena yang sudah ada di Indonesia, bahkan mengarah kepada hal yang sangat serius seperti penyalahgunaan narkoba, menguasai dan menguras sumber daya Indonesia, demonstrasi, tuntutan dengan intimidasi, kenakalan remaja, serta impor bahan pangan yang menjadikan Indonesia ketergantungan terhadap negara asing,

Selain kekayaan yang dimiliki Indonesia serta masalah dan ancaman yang dihadapi, Mayor Heru juga memberikan arahan bagaimana menghadapi ancaman dan masalah negara Indonesia.

“Perlu pemantapan wawasan kebangsaan agar Indonesia jaya untuk menyegarkan dan menguatkan kesadaran dalam membangun ketahanan nasional Indonesia serta mencintai dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi dan golongan. Salah satunya dengan melaksanakan dan mengamalkan nilai-nilai yang bersumber dari Pancasila, UUD 1945, NKRI,  serta Bhineka tunggal Ika,” pungkas Mayor Heru.

(AK 18042018)

Filed in: Kabar Penjara April 2018

No comments yet.

Leave a Reply